Selasa, 28 Januari 2014

5 Hal Suka-Suka Kamu Lakuin Sekarang Tapi Akan Kamu Sesali di Kemudian Hari



Kesalahan pertama kita saat melakukan sesuatu adalah berpikir kalau kesempatan kedua itu ada. Padahal, anggap aja kesempatan kedua itu gak ada, jadi kita bisa total di kesempatan pertama. Dan dengan total di kesempatan pertama, pasti hasilnya juga tidak akan berbuah penyesalan.

Apa yang kita lakukan sekarang adalah hasil tindakan kita di masa lampau, dan apa yang kita lakukan sekarang akan memengaruhi tindakan kita di masa mendatang. Kalau masa sekarang indah, berarti sebelumnya kita sudah melakukan sesuatu yang indah juga. Tapi kalau kita melakukan hal buruk di masa sekarang, maka hal buruk juga bisa terjadi di masa depan.

Pokoknya, apa pun yang kamu lakukan sekarang jangan sampai berupa penyesalan dari tindakan kamu sebelumnya. Dan yang pasti, usahakan agar tak ada hal yang kamu sesali di kemudian hari. Nah makanya, di artikel yang sangat super kali ini, kami akan ngasih tahu teman-teman 5 hal yang jangan sampai kita sesali di kemudian hari. Mungkin saat ini terasa nyaman dan aman, tapi di masa depan nanti? Siapa yang tahu. Maka dari itu, mari resapi 5 poin yang akan kami sajikan ini.

Gak Manfaatin Waktu Sama Orang Tua
Kadang kita suka gak sadar terlalu lama main sama teman, main sama sahabat, ataupun pacar. Kita kadang lupa kalau di rumah ada seseorang yang menunggu kita dengan cemas dan penuh rasa khawatir. Kita malah senang-senang di luar, tanpa ingat siapa yang menanti kita di rumah.

Kalau diingat-ingat, mungkin sebetulnya orang lainlah yang lebih banyak mendapat waktu kita daripada orang tua. Kadang tanpa disadari, kita sering lupa sama ayah-ibu kita sendiri. Sementara di sisi lain, mereka justru selalu mengingat kita.

Kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi pada orang tua kita di masa depan nanti. Gak usah masa depan yang jauh-jauh, mungkin saja sejam mendatang, satu menit kemudian, atau mungkin 10 detik dari sekarang, hal yang buruk bisa terjadi. Dan sebelum penyesalan menyelimuti kita, lebih baik kita manfaatkan waktu sebanyak-banyaknya bersama orang tua kita.

Samperin kedua orang tua kita sekarang juga, dan katakan FAMILY.


Tidur Melulu
Harus kita akui, tidur emang enak, apalagi kalau kita mimpiin orang yang kita sukai, tidur pasti makin nyenyak dan makin lama. Tapi pernahkah kalian sadari bahwa ketika kita tidur, orang-orang di luar sana itu justru sedang sibuk melakukan sesuatu yang lebih berarti? Pernahkah kita tahu bahwa ketika kita tidur, teman-teman kita justru sedang serius membuat sebuah karya? Biasanya kita tak menyadari itu.

Akibatnya, ketika teman-teman kita sibuk dengan kesuksesannya, kita malah tetap gini-gini aja. Tetap sibuk dengan bantal, guling, selimut, dan iler.

Nah makanya, sebelum semuanya terlambat, mari manfaatkan waktu kita dengan lebih efektif lagi. Kurangi tidur yang terlalu lama lalu perbanyak baca buku, menulis, atau melakukan hobi lainnya yang lebih bermanfaat.

Keluar dari zona nyaman mungkin berat, tapi kalau nantinya akan memperingan hidup kita, kenapa nggak?

Terlalu Serius Belajar
Kita semua udah tahu, apa pun yang ada kata “terlalu”-nya berarti itu gak baik. Nah begitu juga dengan terlalu serius belajar. Itu gak baik. Gak baik buat kesehatan kamu (saking seriusnya belajar sampai gak makan) dan gak bagus buat kesehatan hati kamu (saking seriusnya belajar sampe lupa nyari pacar).

Ayolah guys, hidup kan bukan cuma soal belajar, belajar, dan belajar. Ada satu hal yang sangat kita rindukan di masa muda kita, yakni kebebasan. Yuk kita rehat sejenak serius belajarnya, refreshing dengan hal-hal baru, baru abis itu kita belajar lagi.

Santai-santai dulu aja lah.


Nggak Ngambil Keputusan
Bayangin kamu lagi ada di suatu kondangan dan perut kamu belum diisi dua bulan. Kamu lapar banget tapi kamu gak ngambil makanan satu pun di sana. Pasti kamu nyesel kan gara-gara gak ngambil makanan tadi? Nah itulah yang bakal terjadi kalau kamu gak ngambil keputusan.

Kita selalu dihadapkan pada banyak pilihan. Kadang kita bingung harus ngambil yang mana karena penuh dengan risiko. Ada masanya juga kita salah mengambil pilihan. Tapi tahukan kalian apa yang lebih buruk dari mengambil keputusan yang salah? Yang lebih buruk itu adalah gak ngambil keputusan sama sekali.

Penyesalan itu akan muncul seandainya kamu gak ngambil keputusan. Mungkin kamu pernah salah ngambil keputusan, tapi gak apa-apa, kamu bisa belajar dari situ. Bandingin sama gak ngambil keputusan apa pun, gak ada hikmah yang bisa diambil.

Nggak Bandel
Jadi anak baik itu harus, jadi anak alim juga bagus, tapi kadang kita juga harus agak bandel buat dapetin tantangan dalam hidup ini. Bandel di sini maksudnya bukan jadi anak brandalan apalagi tukang tawuran. Bandel di sini itu maksudnya gak pendiem, gak kuper, dan gak freak. Tapi berani coba hal baru yang bikin penasaran.

Kita tuh harus coba hal-hal kayak begadang, nonton film-film dewasa, atau jailin teman kita. Bukan buat profesi, tapi buat sekadar tahu aja. Biar hidup ini gak monoton bro, mumpung masih muda dan biar gak nyesel di masa tua nanti.

Di masa muda ini, hal apa yang pengin kalian lakukan biar gak menyesal di masa depan nanti?

10 Anak yang Paling Susah Ditemuin Kalo Main Petak Umpet



Pas zaman gue bocah, salah satu permainan yang paling populer dan digandrungi adalah petak umpet. Apalagi mainnya rame-rame sama temen (ya iyalah masa sendiri?) di rumah atau di kebon. Tapi, dulu gue sama temen-temen gue biasanya main pas malam Jumat Kliwon, biar lebih greget.

Tapi ternyata gak cuma anak Indonesia aja yang suka main petak umpet, di luar negeri ternyata banyak juga anak-anak kecil yang jago main petak umpetnya. Nggak tau deh dulu emaknya ngidam apa pas lagi hamil, sampe mereka jago banget ngumpetnya. Yang gue takutin sih tuh anak-anak ketiduran terus diculik kalong wewe, amit-amit deh. Hii...

Kalo kalian bisa nemuin anak-anak yang lagi pada ngumpet ini, berarti kalian jago.


*injek*
 

Hey, where are you?
 
 

*tongolin Batsheeba*
 

Nggak ngerti lagi deh...
 
 

Wah dia berkamuflase!
 

*gencet*
 

Hayo tebak, aku di mana kak?
 

Susah banget ya nemuinnya? Gue aja sampe geregetan, udah lucu jago main petak umpet lagi. Rasanya pengin gue culik terus dipaketin ke Dubai, abis itu gue tuker sama emas deh. Bercanda ah, hahaha.

5 Ciri SMS dari Orang Tua



Nggak tau gimana awalnya, semua orang tua itu kayaknya punya gaya bahasa yang sama kalau SMS anak-anaknya. Mungkin mereka menggelar sebuah konvensi khusus untuk membahas bahasa dalam SMS ke anaknya.

Nggak anak yang tinggal di bagian selatan, barat, timur,, atau utara pasti suka ngerasa sama tiap kali ngeliat temen kamu baca SMS dari orang tuanya. Seperti apakah itu?

Bahasa yang “Khas”
Pasti pada pernah dapet SMS dari papah atau mamah kamu yang isinya “Posisi?” Kita tahu kalau maksudnya adalah menanyakan kita ada di mana. Tapi bahasa yang dipakenya ituloh. Kok ‘posisi’? BIar makin unik, kamu jawab aja dengan jawaban yang unik juga:

“Posisi aku Gelandang Menyerang, Pah”

Atau,

“Aku sekarang sedang di 8’ LU 90` LS. 3000 Ft di atas bumi. Jemput ya, Pah.”

HURUFNYA CAPSLOCK SEMUA
Sebenernya sih mereka nggak sengaja make capslock semua, cuma gara-gara nggak tau cara ngubah ke huruf biasa. Tapi tetep aja, baca SMS yang capslock semua itu bikin kita langsung kaget kan. Ibaratnya kayak ada orang yang ngomong tapi teriak-teriak.

SIngkat Banget Banget Banget
Padahal pulsanya banyak. Bahkan pake pulsa pascabayar. Tapi kalau bales SMS singkatnya minta ampun. Nggak lebih dari tiga kata malah, atau bahkan tiga huruf pun nggak nyampe. Mentang-mentah SMS singkatan dari Short Message Service kali yah. Jadi mereka mikir semakin singkat sebuah SMS semakin gaul.

Contohnya:
Kamu : Pah, di sini hujan. Aku basah kuyub gini. Cowok aku ninggalin gitu aja. Dia lebih milih nganter kucingnya daripada aku. L Nanti jemput ya, Pah.

Orang tua : Ya.

Kamu : Aku laper banget, udah seminggu puasa tapi belum sempet buka. Di rumah ada makanan nggak? Kalau mau nengok ke kosan bawain yah.

Orang tua : G

SMS = Sambutan Pidato
Walau seringnya SMS yang singkat-singkat, tapi ada juga orangtua yang doyan berpanjang-panjang kalau SMS anaknya. Biasanya sih ibu. Pokoknya, isi SMSnya udah kayak sambutan pidato deh.

Contoh:
Ass Wr Wb. Nak, Apa kabar kamu di kost? Mamah doain smoga smua urusan kamu dilancarin. Jadi anak yang pintar dan sholeh. Jangan pacaran dulu, kata Pak Ustadz di pengajian haram. Alhamdulillah kita sekeluarga di rumah baik-baik aja.

SMS Telpon!
“Ah, SMS ribet. Susah ngetiknya. Lama dibalesnya juga. Telpon aja.” Begitulah yang terjadi. Karena punya banyak pulsa juga kali yah, jadi mereka emang lebih doyan telpon dan menghilangkan kata SMS dari kamus kehidupannya.

Begitulah. Kalau mamah-papah kamu gimana? Coba di-capture contoh SMS dari orang tua kamu, pasti nggak jauh beda deh.

Bagaimanapun juga, jangan diomelin atau diprotes yah. Inget loh, kamu masih ngoceh di Twitter, dan chat sama pacar pake pulsa dari mereka.

Ketika Merasa Sendiri di Keramaian



Setelah cukup lama gua disibukkan dengan kegiatan mencari uang di sisi lain kehidupan gua, akhirnya gua kembali untuk menulis beberapa paragraf untuk kalian baca. Tulisan ini gua ketik di satu malam yang hujannya tipis tapi gak abis-abis. Deskripsi ini gua tulis, biar kalian bisa lebih ngerti kenapa gua bisa nulis tulisan yang seperti ini.

Gua akan ceritain keadaannya dulu. Oke, mungkin kita bisa jadi seseorang yang menyenangkan atau mungkin bisa juga jadi figur yang hambar, bahkan bisa jadi ‘tak terlihat.’ Pada kenyataannya, walau kita sering berbicara dengan diri sendiri, tetap gak bisa dimungkiri kita akan selalu ada di antara keramaian.

Keramaian.
Sesuatu yang bisa kita temui dimana pun. Mau kita ada di suatu ruangan kelas, ruang kerja, tempat berolahraga, mal, taman, kendaraan umum, dan berbagai sudut tempat lainnya.

Keramaian membawa kita menjadi figur yang selalu berusaha untuk menyesuaikan diri, emberi pengecualian, selalu berusaha menjadi pengertian, menahan diri, kadang juga tempat untuk melepas diri sebebas-bebasnya.

Sampai suatu saat, ada suatu momen (yang mungkin kalian juga pernah alami), .... kalian merasa tetap sendiri di keramaian itu.

Dan yang paling sering kita lakukan untuk menghilangkan perasaan tersebut adalah dengan pergi menyendiri. Kita merasa bosan, merasa kesal, merasa ditinggal, jadi kita merasa ‘lebih baik’ untuk benar-benar untuk pergi dan menyendiri, daripada terlihat ramai tapi tetap sendiri.

Yang jadi masalah, kesendirian gak akan menyelesaikan rasa sendiri itu. Tentunya keadaannya menjadi benar, tapi bukan itulah yang kita inginkan. Sesungguhnya kita ingin berada di keramaian itu, tapi hati terlalu keras untuk kembali bergabung. Semuanya berkat kekesalan, iri, takut, dan rasa minder, dan semua-semuanya itu.

Berikut adalah berbagai keadaan yang membuat kita menjadi serasa ‘sendiri’ dan langkah penyelesaian yang ‘yah mungkin’ bisa membantu kalian.

1. Mereka Punya Kehidupan Sendiri
Gak ada yang dengerin candaan kamu, jarang banget yang mau ngobrol (dalam hal ini bener-bener ngobrol, bukan ‘ya-ya’ aja), yang lain pergi kamu gak diajak, dan lain-lain.

Makin lama, makin males.
“Kalo emang gua gak disukain di sini yaudah gua cari temen yang lain aja deh.”

Mungkin itu yang jadi di pikiran kamu. Tapi apa itu jalan keluarnya? Gimana kalo di tempat yang lain itu juga yang terjadi sama kamu?

Coba untuk lihat apa yang menjadi kesukaan mereka dulu. Tapi bukan berarti kamu harus langsung suka dengan yang mereka bicarain. Ada baiknya, kamu menjadi yang emang kamu banget. Gak perlu jadi orang lain, untuk diterima di kumpulan temen-temen kamu. Orang malah lebih ngehargain kalo kamu bisa tetep jadi diri kamu sendiri.

Kalo mereka kurang suka ngobrol sama kamu, bisa jadi pembawaan kamu yang kurang menarik. Nah, tugas kamu, banyak-banyak belajar, banyak-banyak baca, banyak-banyak ketemu orang lain juga. Jadi kamu punya sesuatu yang baru dan menarik untuk dibicarain.

2. Kenapa Sih Harus Ada Dia?
Hal lain yang bikin kita ngerasa sendiri di momen tertentu adalah karena ada seseorang yang bikin kita males ada di tempat tersebut. Walaupun masalahnya kecil, tapi ini bisa bikin kamu ngerasa sendiri. Akibatnya kamu jadi mendem perasaan sendiri dan tentunya bete sendiri juga.

Coba bayangin kalo dia temen kelas kamu, berarti mungkin aja kamu bakal ngalamin ini sampe 3 tahun. Asik kan?!

Okelah kalo dia bikin kamu benci banget, karena kelakuannya yang emang gak bisa diterima, gak ngerti kamu banget, gak sesuai janji dan bla bla lainnya.

Tapi inget, bisa jadi kamu juga pernah ngelakuin hal itu sama temen kamu yang lainnya. Tapi karena kamu yang ngelakuin, akan sangat mudah untuk ngelupainnya. Jadi ya bisa dibilang kamu sekarang lagi menuai hasilnya.

Jadi solusinya, kalo kamu emang punya masalah ama orang tersebut, ya omongin langsung. Bikin semuanya clear dan keadaan bakalan jadi lebih enak dari sebelum-sebelumnya.

3. Combo
Kerjaan lagi se-hectic-hectic-nya, kamu punya janji lagi di sore hari, tapi kamu udah harus ngalamin perjalanan yang gak enak banget. Jalanan ujan deres, kamu gak bawa jas hujan, ban pake kena paku segala, terus sampe tempat kerja kamu udah basah semua pakaiannya. Sampe di sana, temen-temen kamu malah dengan santainya ngetawain bahkan mungkin ngejek dengan kata-katanya yang paling seenak udel.

Oke, sebut aja ini combo.

Rasanya sih emang paling enak buat geplak-geplakin mereka satu-satu. Tapi inilah yang harus kita sadarin dalam pertemanan. Orang belum tentu tau apa yang kita rasain dan alamin. Dan mereka dengan alamiah bakalan melakukan apa yang biasanya mereka lakuin.

Kalo mereka orangnya suka ngejek ya itulah yang akan mereka lakuin. Kalo mereka sukanya ngetawain orang yang lagi kesusahan, itu pun yang akan mereka lakuin.

Intinya, jangan diambil serius.  Tetep aja fokus sama yang kita harus lakuin.

Ngerasa sendiri? Karena gak ada yang berusaha ngedukung atau bantuin kamu. Lagi-lagi jangan diambil serius.

Bagus kalo ada yang emang bantuin kamu, tapi kalo gak, yaudah. Lakuin aja yang emang harus kamu lakuin sendiri. Toh gak ada salahnya dan emang harusnya begitu kan?

Justru dengan ngerasa bete, kesel, malah kamu nambahin beban mental buat ngerjain tugas-tugas kamu yang menumpuk.

3 Manfaat Gula untuk Kecantikan


3 Manfaat Gula untuk Kecantikan Gadis

Gula yang biasanya kita gunakan untuk menambah rasa manis pada minuman, ternyata bermanfaat juga untuk kecantikan. Coba deh, beberapa perawatan menggunakan gula berikut ini.  

Say no to kulit kasar
Zat pada butiran gula bisa menghaluskan dan membuat kulit kelihatan lebih bercahaya. Haluskan 6 sdm gula pasir atau 3 sdm gula merah, lalu masukkan ke dalam mangkuk. Campurkan dengan 2 sdt minyak zaitun, aduk sampai rata dan membentuk pasta. Oleskan ke seluruh wajah dan tubuh, pijat perlahan dengan gerakan sirkular, lakukan selama 5-10 menit. Diamkan dahulu selama 1-2 menit, kemudian bilas dengan air hangat sampai bersih.

Tuntaskan kulit mati
Campurkan 4 sdm gula pasir dengan air lemon dan madu, sebagai bahan scrub yang efektif untuk mengangkat sel-sel kulit mati secara alami. Ramuan ini juga bisa membersihkan kotoran yang menyumbat pori-pori kulit. Lakukan setiap dua minggu sekali, ya.

Apapun jenis kulitmu, no problem!
Kandungan gula juga bisa mengontrol keseimbangan minyak pada kulit. Gula mengandung asam glikolik dan asam alpha-hidroxy yang dapat mengatur minyak alami agar kulit tidak menjadi kering ataupun terlalu berminyak

Manfaat Cengkeh untuk Kulit

Manfaat Cengkeh untuk Kulit Gadis

Siapa yang nggak kenal cengkeh? Rempah-rempah asli Indonesia yang sekarang beken di Eropa ini ternyata bermanfaat juga untuk kesehatan kulit kita. Salah satunya untuk menghilangkan jerawat karena di dalam cengkeh terdapat antiseptik dan anti bakteri. Yuk, ikuti tips  menghilangkan jerawat dengan cengkeh berikut ini!
  • Campurkan minyak cengkeh dengan minyak lavender, minyak citrus, tea tree oil, minyak zaitun dan air. Lalu, aduk hingga merata.
  • Cuci wajahmu terlebih dahulu, lalu oleskan campuran minyak tadi ke bagian yang berjerawat.
  • Lakukan pemakaian masker minyak cengkeh ini 2 minggu sekali pada malam hari, biar kamu terbebas dari masalah jerawat yang membandel.

4 Tips Menyelamatkan Hubungan yang Udah di Ujung Tanduk



Ada kalanya dalam sebuah hubungan pacaran mengalami siklus yang buruk, dalam hal ini berantem misalnya. Cepat atau lambat, yang namanya sebuah hubungan pasti akan ada akhirnya, apalagi kalau hubungan tersebut masih dalam tahap pacaran. Soalnya kalau pacaran, ujungnya kalau nggak jadi manten, ya jadi mantan.

Buat kalian yang lagi menjalin hubungan tapi sampai saat ini masih adem ayem, kami yakin, pasti dalam hitungan waktu kalian juga akan bertemu dengan fase berantem. Fase tidak harmonis. Sampai akhirnya akan bertemu dengan fase di ujung tanduk, yang mana kalau berhasil mempertahankan hubungannya akan lama, kalau tidak, ya udah, hubungannya bakalan kiri bang!

Nah, buat kamu yang lagi berada di fase di  ujung tanduk, kami punya beberapa saran nih gimana cara menyelamatkannya.

Tanya, “Apa yang membuat bertahan sampai sejauh ini?”
Faktor utama penyebab hubungan yang bisa berada di ujung tanduk adalah bosen. Karena salah satu pihak ada yang bosen, dari situ timbul keinginan untuk mencari suasana yang baru, atau bisa dibilang pacar baru. Dari sini biasanya timbul yang namanya selingkuh.

Nah, ketika kamu mengalami fase di atas, itu sudah pertanda kalau hubungan kamu sudah berada di ujung tanduk. Untuk menyelamatkannya, tanya ke dirimu sendiri tentang apa yang membuat hubungan kalian bisa bertahan sampai sejauh ini. Karena dengan mengingat hal itu lah, kalian jadi bisa sadar betapa sayangnya sebuah hubungan harus diakhiri hanya karena lagi jenuh atau bosan.

Beri Waktu
Ketika kamu sudah merasa jenuh dengan pasanganmu, atau pasanganmu yang sudah bergelagat jenuh denganmu, coba beri dia waktu. Beri waktu untuk introspeksi diri. Bukan cuma dia, kamu juga. Bukan cuma kamu, dia juga.

Kalau sudah cukup, temuilah dia. Lalu rasakan apakah ketika bertemu masih punya perasaan yang sama atau tidak. Kalau sudah berbeda, mungkin memang hubungan kalian harus diakhiri.

Kiri bang!

Bicara
Segala masalah itu ada baiknya dibicarakan langsung. Ketika kamu merasa hubungan kamu memang bener-bener berada di ujung tanduk, temuilah pasanganmu. Lalu ajak dia bicara tentang apa maunya dia, bukan malah menebak-nebak. Karena sesungguhnya menebak atau menuntut orang buat tau itu adalah hal yang sia-sia.

Sudahi
Ini adalah cara terakhir. Kalau memang udah nggak ada kecocokan, ya akhiri saja. Percuma diselamatkan, karena apa pun yang dipaksakan cuma bakalan bikin tambah sakit. Dengan disudahi, bisa juga itu menyelamatkan kalian. Menyelamatkan hati dari sakit yang lebih lagi.

Nah, itu dia caranya biar hubungan kamu bisa lanjut. Kamu pernah merasakan hubungan yang berada di ujung tanduk?